Tahu Tempe — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian
Masalah pencatatan di usaha tahu tempe
Berjualan tahu dan tempe goreng berarti berdagang dalam satuan potong dengan harga yang nyaris sama. Tahu goreng Rp2.000, tempe goreng juga Rp2.000. Enak diucapkan, tetapi menyusahkan saat dicatat: pada akhir hari kamu hanya tahu “terjual seratus tiga puluh potong”, bukan berapa tahu dan berapa tempe. Padahal keduanya dibeli dari sumber yang berbeda dengan harga yang bergerak sendiri-sendiri.
Cara pembeli memesan juga khas. Jarang ada yang membeli satu potong. Yang datang biasanya ibu-ibu yang menyebut daftar sekaligus: “tahu sepuluh, tempe lima, mendoan tiga, nasi dua”. Lauk itu dibawa pulang untuk makan siang satu keluarga. Puncak keramaiannya pun berbeda dari pedagang jajanan — pagi sekitar pukul tujuh saat pasar sedang penuh, lalu jam makan siang antara pukul sebelas sampai satu, ketika pekerja dan anak kos mencari lauk murah dengan nasi putih dan sambal.
Kesulitan ketiga datang dari sisi pasokan. Banyak pedagang tahu tempe mengambil barang dari pabrik tahu langganan setiap pagi dengan sistem bayar belakangan — diambil hari ini, dibayar besok atau lusa setelah dagangan laku. Artinya kamu punya utang berjalan ke pemasok sementara uang penjualan datang setiap hari. Kalau keduanya tidak dicatat terpisah, uang di kotak terasa banyak padahal sebagiannya milik pabrik.
Ditambah harga kedelai yang naik-turun tiap beberapa minggu, memaksamu mengecilkan potongan atau menaikkan harga, usaha ini menuntut catatan yang rapi justru karena marginnya tipis.
Menu awal yang sudah disiapkan
Setelah mendaftar dan memilih jenis usaha Tahu Tempe, menu berikut sudah siap di layar jualan:
| Kategori | Menu | Harga contoh |
|---|---|---|
| Gorengan | Tahu Goreng | Rp2.000 |
| Gorengan | Tempe Goreng | Rp2.000 |
| Gorengan | Tempe Mendoan | Rp3.000 |
| Pelengkap | Tahu Walik | Rp4.000 |
| Pelengkap | Nasi Putih | Rp5.000 |
| Pelengkap | Sambal Bawang | Rp3.000 |
Harga tersebut hanya contoh awal. Harga kedelai dan ukuran potongan berbeda di tiap daerah, dan sebagian pedagang menjual tempe mendoan lebih mahal karena ukurannya lebar. Ubah harganya kapan saja, termasuk saat harga pabrik naik di tengah bulan.
Mulai jualan dalam 3 menit
- Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
- Pilih jenis usaha Tahu Tempe di layar awal.
- Menu di atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.
Untuk pesanan borongan, ketuk menu berulang kali sesuai jumlah potong. Layar bayar menampilkan total dan kembaliannya, jadi kamu tidak perlu menjumlahkan belasan potong di kepala.
Menghitung untung tahu tempe
Anggap dalam satu hari kamu menjual 60 Tahu Goreng (Rp2.000), 70 Tempe Goreng (Rp2.000), 35 Tempe Mendoan (Rp3.000), 20 Tahu Walik (Rp4.000), 25 porsi Nasi Putih (Rp5.000), dan 15 Sambal Bawang (Rp3.000). Uang masuk hari itu:
- 60 × Rp2.000 = Rp120.000
- 70 × Rp2.000 = Rp140.000
- 35 × Rp3.000 = Rp105.000
- 20 × Rp4.000 = Rp80.000
- 25 × Rp5.000 = Rp125.000
- 15 × Rp3.000 = Rp45.000
- Total masuk: Rp615.000
Belanja hari itu: tahu dari pabrik Rp100.000, tempe dua belas papan Rp84.000, beras lima kilogram Rp70.000, tepung dan bumbu Rp40.000, cabai serta bawang Rp45.000, minyak goreng Rp55.000, dan gas Rp25.000. Semuanya dicatat di menu Pengeluaran dengan kategori Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas. Uang keluar Rp419.000.
Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas, perkiraan untungnya Rp615.000 − Rp419.000 = Rp196.000.
Karena marginnya setipis ini, dua pemisahan berikut sangat menentukan. Pertama, pengeluaran tidak dicampur dengan penjualan: uang yang kamu setorkan ke pabrik tahu tercatat sebagai pengeluaran, bukan pengurang omzet yang tersamar. Kedua, kasbon tidak dihitung sebagai uang masuk sampai benar-benar dibayar. Tanpa dua pemisahan itu, angka untung bisa terlihat sehat padahal uangnya masih di tangan orang lain. Penjelasan lebih lanjut ada di laporan untung.
Kasbon pelanggan langganan
Di usaha tahu tempe, kasbon adalah hal sehari-hari — dan datang dari dua arah sekaligus.
Ke arah pembeli: warung nasi, kantin sekolah, dan ibu-ibu katering biasanya mengambil tahu tempe setiap pagi lalu membayar mingguan. Catat pengambilan itu sebagai kasbon dengan nama warungnya. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar, menerima cicilan bila dibayar sebagian, dan menyediakan tombol tagih lewat WhatsApp yang menyiapkan pesan penagihan untuk kamu tinjau sebelum dikirim.
Ke arah pemasok: utangmu ke pabrik tahu juga bisa dicatat sebagai utang ke supplier, sehingga kamu tahu persis berapa yang harus disetorkan besok pagi. Keduanya dikelola di halaman utang & piutang.
Kenapa offline penting untuk tahu tempe
Pedagang tahu tempe biasanya berjualan di tempat yang jaringannya paling tidak bisa diandalkan: lapak di dalam los pasar tradisional yang beratap rendah dan berdinding papan, emperan dekat pabrik tahu di pinggir kampung, atau berkeliling dengan sepeda masuk ke gang-gang perumahan dan jalan desa. Di dalam los pasar, sinyal sering hilang sama sekali hanya karena kamu bergeser dua meter ke arah dalam.
Jam sibukmu pun jam sibuk jaringan. Pukul tujuh pagi di pasar, ratusan orang memakai jaringan yang sama untuk hal masing-masing, dan kasir yang menunggu balasan server akan membuat pembeli yang buru-buru memilih pergi ke lapak sebelah.
GerobakPOS bekerja sepenuhnya di HP lebih dulu. Transaksi tersimpan seketika, kasbon warung langganan tercatat walau sinyal nol, dan pengiriman ke server dilakukan belakangan di latar belakang. Status sinkronisasinya tetap terlihat supaya kamu tahu mana yang sudah terkirim.
Pertanyaan yang sering ditanya
Tahu dan tempe harganya sama, apa perlu dipisah jadi dua menu? Perlu. Harganya boleh sama, tetapi pemasok dan modalnya berbeda. Dengan menu terpisah, rekap harian bisa menunjukkan mana yang lebih laku.
Bagaimana mencatat pengambilan dari pabrik yang dibayar besok? Catat sebagai utang ke supplier. Saat kamu menyetor uangnya, catat pembayaran itu sehingga sisa utangnya berkurang.
Bisa dipakai kalau saya juga menjual gorengan lain? Bisa. Tambahkan sendiri menunya, atau lihat jenis usaha gorengan yang daftar menunya sudah disiapkan berbeda.
Bagaimana menghitung uang di akhir hari? Pakai buka kas di awal dan Tutup Hari di akhir. Kamu menghitung uang fisik lalu membandingkannya dengan catatan aplikasi, termasuk setoran ke pemilik.
Siap mencoba?
Menu tahu tempe sudah tersedia di dalam aplikasi bersama pencatatan kasbon dan utang pemasok. Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu daftar tunggu.
Unduh GerobakPOS gratis dan mulai mencatat sejak belanja pagi besok.