Gorengan — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian
Masalah pencatatan di usaha gorengan
Lapak gorengan punya dua puncak keramaian yang tajam. Pagi antara pukul enam sampai delapan, saat orang berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah membeli sarapan. Sore antara pukul empat sampai enam, saat orang pulang dan mencari teman minum teh. Di dua rentang itu, penggorenganmu tidak pernah kosong dan tanganmu tidak pernah berhenti.
Bentuk transaksinya sangat khas dan itulah sumber kerumitannya: pembeli meracik sendiri isi kantongnya. Mereka mengambil penjepit, memilih sendiri dari nampan, lalu berkata “sepuluh ribu ya, bakwan tiga, tahu dua, pisang satu”. Satu transaksi seharga Rp10.000 bisa terdiri atas tiga jenis barang dengan harga satuan berbeda: bakwan Rp1.000, tahu isi Rp2.000, tempe crispy Rp4.500. Menjumlahkannya di kepala sambil menggoreng adalah pekerjaan yang mudah keliru, apalagi kalau ada tiga orang mengambil bersamaan dari nampan yang sama.
Karena harga satuannya kecil, kekeliruan Rp500 terasa sepele. Padahal margin gorengan memang tipis. Salah hitung Rp500 pada tiga puluh transaksi sehari berarti Rp15.000 hilang, dan itu bisa sebesar untung satu jam berjualan.
Kesulitan kedua ada di bahan. Minyak goreng dibeli lima liter sekaligus dan dipakai beberapa hari. Tepung terigu sekarung habis dalam seminggu. Sementara sayur, tahu, dan pisang dibeli setiap pagi di pasar. Kalau semuanya dicampur jadi satu catatan “belanja”, kamu tidak akan pernah tahu hari mana yang benar-benar untung dan hari mana yang hanya terlihat untung karena kebetulan minyaknya masih sisa kemarin.
Menu awal yang sudah disiapkan
Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Gorengan, menu di bawah ini langsung tersedia di layar jualan:
| Kategori | Menu | Harga contoh |
|---|---|---|
| Gorengan | Bakwan Sayur | Rp1.000 (satuan) |
| Gorengan | Tahu Isi | Rp2.000 |
| Gorengan | Pisang Goreng | Rp1.000 (satuan) |
| Gorengan | Tempe Mendoan | Rp2.000 (satuan) |
| Minuman | Teh Hangat | Rp4.500 |
| Dingin | Es Teh Manis | Rp5.500 |
| Gorengan | Tempe Goreng | Rp2.000 |
| Gorengan | Tempe Crispy | Rp4.500 |
| Gorengan | Singkong Goreng | Rp15.000 |
| Gorengan | Ubi Goreng | Rp2.000 |
| Gorengan | Cireng | Rp15.000 (isi 10) |
Harga di atas adalah contoh awal. Ukuran potongan gorengan berbeda dari satu lapak ke lapak lain, jadi ubah harganya sesuai ukuran potonganmu dan harga pasar di tempatmu. Kamu juga bebas menambah menu yang tidak ada di daftar ini, misalnya risoles, combro, atau tahu bulat.
Mulai jualan dalam 3 menit
- Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
- Pilih jenis usaha Gorengan di layar awal.
- Menu di atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.
Untuk pembeli yang meracik sendiri, ketuk saja tiap jenis sebanyak yang dia ambil. Aplikasi yang menjumlahkan, bukan kepalamu. Kalau pembeli menyodorkan Rp20.000, layar bayar juga menampilkan kembaliannya.
Menghitung untung gorengan
Mengetahui keuntungan bersih harian sangat penting agar perputaran arus kas usahamu tetap sehat dan selalu terkontrol dengan baik. Kamu dapat melihat simulasi perhitungannya secara jelas melalui rincian kas di bawah ini.
- Bakwan Sayur: 20 × Rp1.000 = Rp20.000
- Tahu Isi: 15 × Rp2.000 = Rp30.000
- Pisang Goreng: 10 × Rp1.000 = Rp10.000
- Masuk (jumlah ketiganya): Rp60.000
- Keluar (misalnya belanja bahan, gas, dan kemasan hari itu): Rp30.000
- Perkiraan Untung = Masuk − Keluar = Rp60.000 − Rp30.000 = Rp30.000
Pada rekap harian, perkiraan untung didapatkan dari penjualan dikurangi pengeluaran (dan modal bila diisi). Kasbon tetap dihitung sebagai penjualan pada hari barangnya keluar; bagian yang belum dibayar tercatat sebagai utang atas nama pelanggan, dan uang pelunasannya tercatat pada hari dibayar.
Salah satu jebakan hitung yang paling sering terjadi pada usaha ini adalah belanja bahan baku dalam jumlah besar sekaligus, misalnya kulakan minyak berjeriken atau persediaan tepung. Pengeluaran besar tersebut sering membuat catatan kas harian tampak merugi, padahal sisa bahan masih tersimpan dan terpakai hingga beberapa hari mendatang.
Supaya pembukuan operasionalmu selalu tepat, kamu bisa mempelajari panduannya di cara mencatat untung gerobak.
Kasbon pelanggan langganan
Gorengan hampir selalu dibayar tunai di tempat, jadi kasbon pembeli eceran jarang terjadi. Yang sering terjadi justru dua hal lain. Pertama, titipan ke warung kopi, kantin, atau koperasi kantor: kamu antar seratus potong pagi hari, uangnya baru dihitung dan diserahkan sore. Kedua, pesanan gorengan untuk rapat RT, pengajian, atau arisan yang dibayar setelah acara.
Catat keduanya sebagai kasbon dengan nama warung atau pemesannya. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar dan menerima cicilan. Kasbon tetap dihitung sebagai penjualan pada hari barangnya keluar; bagian yang belum dibayar tercatat sebagai utang atas nama pelanggan, dan uang pelunasannya tercatat pada hari dibayar.
Kenapa offline penting untuk gorengan
Lapak gorengan biasanya menempel pada tempat yang justru buruk sinyalnya: emperan pasar pagi yang beratap seng rapat, koridor sempit di antara kios, depan terminal atau pangkalan angkot, dan mulut gang perumahan padat. Atap seng dan tembok tebal memantulkan sinyal, sementara pasar pagi penuh orang yang memakai jaringan yang sama pada jam yang sama.
Ada faktor lain yang jarang dibicarakan: pedagang gorengan biasanya berhemat kuota. Paket data dibeli seperlunya dan sering habis di tengah bulan. Aplikasi kasir yang tidak bisa dipakai tanpa internet berarti kamu tidak bisa berjualan hanya karena kuota habis.
GerobakPOS mencatat semua transaksi lebih dulu di HP. Tidak ada layar menunggu, tidak ada transaksi yang gagal karena jaringan. Ketika HP kembali terhubung — di rumah, di warung kopi, atau saat kuota diisi lagi — catatan dikirim ke server di latar belakang. Kamu bisa berjualan berhari-hari tanpa internet dan datanya tetap utuh.
Pertanyaan yang sering ditanya
Pembeli beli “sepuluh ribu campur”, harus dicatat satu-satu? Ketuk tiap jenis sebanyak yang diambil supaya rekapnya akurat. Kalau sedang sangat buru-buru, kamu tetap bisa memakai open item dengan harga manual.
Bisa memberi potongan untuk pembelian banyak? Bisa. Diskon tersedia dalam bentuk nominal rupiah maupun persen pada transaksi.
Bagaimana kalau tempe mendoan habis lebih dulu? Kamu cukup berhenti mengetuk menu itu sampai penggorengan berikutnya matang. Menunya tetap ada di daftar tanpa perlu kamu hapus.
Apakah gorengan dan lauk tahu tempe sebaiknya dipisah? Kalau kamu juga menjual lauk berat dengan nasi, lihat jenis usaha tahu tempe yang menunya disiapkan berbeda.
Siap mencoba?
Menu gorengan sudah tersedia lengkap di dalam aplikasi, tinggal kamu sesuaikan harganya. Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu daftar tunggu.
Unduh GerobakPOS gratis dan mulai mencatat sejak gorengan pertama besok pagi.