Logo GerobakPOS GerobakPOS

Teh Cokelat Susu — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha teh cokelat susu

Booth teh, cokelat, dan susu punya ritme yang diatur oleh bel sekolah dan cuaca. Pagi pukul enam sampai tujuh, anak-anak dan pengantar mampir sebelum masuk. Istirahat pukul sepuluh datang gelombang kedua yang paling padat — dua puluh menit yang menentukan hasil sehari. Sore pukul empat, giliran pulang sekolah dan orang pulang kerja. Di antara jam-jam itu, booth bisa sepi hampir satu jam penuh.

Cara memesannya membuat pencatatan makin sulit. Anak sekolah datang berombongan dan memesan dengan satu suara: “es teh manis lima, cokelat susu dua”. Uangnya dikumpulkan dulu, kadang kurang seribu, kadang dibayar dua orang terpisah. Kamu sedang menuang, memasukkan es, menutup cup, dan sekaligus diminta menghitung kembalian dari selembar lima puluh ribu untuk pesanan Rp29.000.

Cuaca juga mengaduk komposisi jualan. Hari panas menghabiskan es teh manis dan es cokelat; hari hujan membalikkannya ke teh tarik dan cokelat susu hangat. Kalau semua penjualan hanya diingat sebagai “sekian gelas”, kamu tidak pernah punya bukti menu mana yang perlu disiapkan lebih banyak besok.

Lalu ada pos biaya yang jarang dihitung: gula pasir, susu kental manis, bubuk cokelat, es batu balok, gas untuk merebus air, dan cup beserta sedotan. Semuanya dibeli di hari yang berbeda, sedangkan uang masuk setiap hari.

Pilih jenis usaha Teh Cokelat Susu saat mendaftar, dan menu ini langsung ada di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
MinumanTeh ManisRp4.000
MinumanTeh TarikRp8.000
MinumanCokelat SusuRp10.000
DinginSusu PutihRp8.000
DinginEs Teh ManisRp5.000
DinginEs CokelatRp12.000

Harga tersebut hanya contoh awal, bukan patokan. Booth di depan sekolah dasar biasanya memasang harga lebih rendah daripada booth di pusat jajan kota. Ubah angkanya sesuai biaya bahan dan pasar di tempatmu, dan tambahkan varian sederhana seperti ukuran atau tingkat kemanisan bila kamu memerlukannya.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasi, lalu daftar dengan nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Teh Cokelat Susu.
  3. Menu di atas muncul sendiri. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Layar jualannya dirancang untuk ditekan cepat dengan satu ibu jari, karena tangan satunya sedang memegang cup — lihat POS cepat untuk gambaran layarnya. Kalau kamu ingin melihat urutan lengkapnya lebih dulu, ada panduan mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung teh cokelat susu

Anggap satu hari sekolah kamu menjual 40 Es Teh Manis (Rp5.000), 15 Cokelat Susu (Rp10.000), 12 Es Cokelat (Rp12.000), dan 10 Teh Tarik (Rp8.000). Uang masuk:

  • 40 × Rp5.000 = Rp200.000
  • 15 × Rp10.000 = Rp150.000
  • 12 × Rp12.000 = Rp144.000
  • 10 × Rp8.000 = Rp80.000
  • Total masuk: Rp574.000

Belanja hari itu: teh dan gula pasir Rp85.000, bubuk cokelat Rp60.000, susu kental manis Rp55.000, es batu balok Rp30.000, cup dan sedotan Rp50.000, gas Rp22.000. Semuanya masuk ke menu Pengeluaran dengan kategori Bahan, Modal/Kulakan, dan Gas. Uang keluar Rp302.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Perkiraan untung contoh ini: Rp574.000 − Rp302.000 = Rp272.000.

Angka itu berbasis kas — yang dihitung adalah uang yang benar-benar berpindah hari itu, bukan nilai sisa bubuk cokelat di kotak. Penjualan yang dicatat sebagai kasbon juga belum dianggap uang masuk sampai dibayar, sehingga untungnya tidak menggelembung. Saat menutup lapak, layar Tutup Hari membandingkan uang fisik di laci dengan catatan aplikasi, jadi selisih ketahuan hari itu juga, bukan seminggu kemudian.

Kasbon pelanggan langganan

Booth minuman sekolah punya bentuk kasbon yang khas. Guru dan staf sering memesan setiap pagi lalu menitip bayar sekali di akhir bulan. Anak yang uang sakunya belum diberikan minta dicatat sampai besok. Ada juga pesanan borongan: dua puluh cup es teh manis untuk rapat komite atau kegiatan ekstrakurikuler, dibayar setelah acara selesai.

Catat semua itu sebagai kasbon dengan nama pemesan. Sisa tagihan tersimpan, cicilan bisa dimasukkan bertahap, dan tombol tagih via WhatsApp menyiapkan pesan sopan yang tinggal kamu tinjau dan kirim. Utang ke agen susu atau distributor bubuk cokelat juga bisa dicatat, supaya kamu tahu berapa uang yang harus disisihkan sebelum stok berikutnya datang.

Kenapa offline penting untuk teh cokelat susu

Booth minuman jarang berdiri di tempat yang sinyalnya bagus. Kebanyakan menempel di pagar sekolah, lorong pasar, halaman ruko, atau dekat halte — dan saat jam istirahat, ratusan HP di sekitarmu memakai jaringan yang sama sampai data hampir tidak jalan. Justru di dua puluh menit tersibuk itulah aplikasi kasir yang butuh internet akan berhenti.

GerobakPOS menyimpan transaksi di HP lebih dulu, seketika. Antrean tetap berjalan meski jaringan mati total; catatan dikirim sendiri ke server saat sinyal pulih. Kalau kamu berjualan di dua lokasi bergantian, pagi di sekolah dan sore di taman, datanya tetap satu dan tidak perlu disalin ulang.

Pertanyaan yang sering ditanya

Bagaimana kalau satu rombongan membayar terpisah? Pesanannya tetap satu, tapi pembayarannya bisa dibagi — misalnya sebagian tunai dan sisanya transfer. Semua terekam pada transaksi yang sama.

Es batu habis, jadi menu dingin tidak bisa dibuat. Ketuk tombol Habis pada menu dingin. Menu itu tidak muncul sebagai pilihan sampai kamu nyalakan lagi, tanpa perlu dihapus.

Bisa memberi diskon untuk pesanan banyak? Bisa, dalam bentuk nominal maupun persen, dan diskonnya ikut tercatat sehingga perkiraan untung tetap sesuai kenyataan.

Apakah struknya harus dicetak? Tidak. Struk bisa dikirim sebagai teks lewat WhatsApp — praktis untuk pesanan rapat yang perlu bukti. Printer Bluetooth sifatnya opsional.

Siap mencoba?

Menu teh, cokelat, dan susu sudah tersusun rapi di dalam aplikasi, tinggal kamu sesuaikan harganya.

Unduh GerobakPOS gratis dan mulai mencatat sebelum bel istirahat berikutnya berbunyi.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.