Logo GerobakPOS GerobakPOS

Seafood — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha seafood

Lapak seafood tenda punya jam ramai yang pendek tetapi padat: mulai naik selepas pukul tujuh malam dan memuncak sampai lewat tengah malam, terutama Jumat dan Sabtu. Dalam rentang itu hampir semua meja terisi bersamaan, dan tiap meja memesan bukan satu menu, melainkan campuran — kerang, cumi, udang, ditambah nasi untuk empat orang dan kangkung.

Cara memesannya pun khas. Pembeli berdiri di depan etalase es, menunjuk sendiri mana kerang yang mau direbus dan udang ukuran berapa yang mau digoreng, lalu menyebut bumbunya: saus padang, asam manis, atau bawang putih. Saat itu kamu sedang menggoreng untuk meja lain dan hanya mengangguk. Pesanan pertama belum selesai dicatat, meja sebelah sudah memanggil untuk menambah.

Bahan seafood juga paling tidak sabar. Kerang, cumi, dan udang dibeli pagi atau subuh dari tempat pelelangan, harganya berubah tiap hari, dan sisanya tidak enak disimpan lama. Kalau catatanmu hanya berupa total uang, kamu tidak tahu menu mana yang sebenarnya laku dan menu mana yang selalu bersisa. Padahal justru itu yang menentukan berapa kilogram harus dibeli besok subuh.

Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Seafood, menu berikut sudah berdiri di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
SeafoodKerang RebusRp20.000
SeafoodCumi Goreng TepungRp30.000
SeafoodUdang GorengRp32.000
SeafoodIkan BakarRp35.000
PelengkapNasi PutihRp5.000
PelengkapKangkung CahRp10.000

Semua harga di atas hanya contoh awal. Harga hasil laut naik turun mengikuti cuaca dan musim, jadi ubahlah sesuai kulakanmu hari itu. Untuk porsi yang dijual per setengah kilogram atau per kilogram dengan berat berbeda-beda, gunakan open item lalu ketik harga hasil timbangan langsung di layar.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Seafood di layar awal.
  3. Menu langsung muncul. Ketuk pesanan, ketuk Bayar, selesai.

Tidak ada aktivasi yang perlu ditunggu. Langkah rincinya ada di mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung seafood

Anggap dalam satu malam ramai kamu menjual 12 Kerang Rebus (Rp20.000), 10 Cumi Goreng Tepung (Rp30.000), 9 Udang Goreng (Rp32.000), 7 Ikan Bakar (Rp35.000), 20 Nasi Putih (Rp5.000), dan 12 Kangkung Cah (Rp10.000). Uang masuk:

  • 12 × Rp20.000 = Rp240.000
  • 10 × Rp30.000 = Rp300.000
  • 9 × Rp32.000 = Rp288.000
  • 7 × Rp35.000 = Rp245.000
  • 20 × Rp5.000 = Rp100.000
  • 12 × Rp10.000 = Rp120.000
  • Total masuk: Rp1.293.000

Belanja hari itu: kerang Rp120.000, cumi Rp180.000, udang Rp260.000, ikan Rp160.000, tepung dengan bumbu dan saus Rp90.000, beras serta kangkung Rp85.000, gas Rp25.000, dan es batu Rp20.000. Semua dicatat di menu Pengeluaran memakai kategori yang sudah tersedia — Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas. Uang keluar Rp940.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh ini: Rp1.293.000 − Rp940.000 = Rp353.000.

Yang membuat angka itu bisa dipercaya adalah pemisahannya. Belanja subuh yang besar tidak bercampur dengan setoran malam, sehingga kamu bisa melihat sendiri kapan modal keluar dan kapan uang kembali. Tagihan meja yang belum dibayar dicatat sebagai kasbon dan tidak diakui sebagai uang masuk sampai dilunasi. Stok pun punya layarnya sendiri lewat menu Kulakan, jadi sisa udang di boks es tidak pernah menyamar sebagai untung. Uraian lengkapnya di stok & kulakan.

Kasbon pelanggan langganan

Tenda seafood banyak menerima pesanan acara: syukuran, ulang tahun, atau kumpul-kumpul komunitas yang memesan puluhan porsi untuk dibungkus. Pembayaran acara semacam itu jarang lunas di tempat — biasanya ada uang muka saat memesan dan sisanya setelah barang diantar. Selain itu ada pelanggan tetap dari kos-kosan sekitar yang membeli hampir tiap malam dan minta ditotal saat gajian.

Catat penjualan seperti itu sebagai kasbon atas nama pemesan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar, menerima cicilan berkali-kali, dan menyiapkan pesan tagihan lewat WhatsApp yang tinggal kamu tinjau sebelum dikirim. Kalau kamu mengambil hasil laut dari pengepul dengan pembayaran belakangan, utang ke pemasok juga bisa dicatat supaya tidak lupa saat penagih datang.

Kenapa offline penting untuk seafood

Lapak seafood biasanya berdiri di tempat yang jaringannya paling tidak diandalkan: lahan kosong dekat pasar ikan, tepi jalan menuju pelabuhan, kawasan pantai, atau bahu jalan yang lampunya pun seadanya. Tenda terpal dan rangka besi tidak membantu sinyal. Puncak ramai justru terjadi malam hari, saat jaringan seluler di sekitarmu paling sesak.

GerobakPOS mencatat lebih dulu di HP dan tidak menunggu server. Pesanan tersimpan seketika, antrean bayar tetap jalan meski internet mati total, dan begitu sinyal kembali catatan dikirim sendiri di latar belakang. Cara kerjanya dijelaskan di mode offline, dan kalau kamu ganti HP, datanya bisa dipulihkan lewat panduan ini.

Pertanyaan yang sering ditanya

Satu meja memesan banyak menu campur, bagaimana? Masukkan semuanya ke satu pesanan berjalan. Meja itu bisa terus menambah sampai mereka minta hitung, jadi tagihannya tidak tercecer.

Kalau udang habis sebelum tutup? Ketuk tombol Habis pada menu Udang Goreng. Menu itu terkunci dari pemesanan sampai kamu aktifkan kembali.

Bisa memberi diskon untuk rombongan? Bisa, berupa potongan nominal maupun persen, dan potongannya ikut tercatat di rekap harian.

Harus punya printer struk? Tidak. Struk dapat dikirim sebagai teks lewat WhatsApp; printer Bluetooth sekadar pilihan tambahan.

Siap mencoba?

Menu seafood sudah menunggu di dalam aplikasi, gratis dan tanpa daftar tunggu.

Unduh GerobakPOS lalu catat pesanan tenda malam ini. Kalau menu andalanmu ikan panggang, lihat juga ikan bakar.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.