Logo GerobakPOS GerobakPOS

Pukis Pancong — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha pukis pancong

Pukis dan pancong dijual dalam potongan kecil dengan harga satuan yang murah. Justru itulah sumber kerepotannya: dalam satu pagi kamu bisa melayani puluhan transaksi kecil, bukan belasan transaksi besar. Pembeli menyebut jumlah, bukan nama menu — “sepuluh ribu campur”, “lima cokelat dua keju”, “yang ini tiga aja buat sarapan”. Setiap transaksi selesai dalam belasan detik, dan kamu langsung berpindah ke pembeli berikutnya.

Jam ramainya juga terpisah dua kali. Pagi antara pukul enam sampai delapan, ketika orang berangkat kerja atau mengantar anak sekolah dan membeli untuk sarapan di jalan. Lalu sore sekitar pukul empat, saat kue hangat dicari untuk teman minum teh. Di antara dua puncak itu, pembeli datang satu-satu — dan justru di jam sepi itulah pencatatan paling sering terlewat karena terasa “nanti saja”.

Uang recehnya menambah kekacauan. Kembalian seribu dan dua ribu bertumpuk di kaleng, tercampur dengan modal kembalian yang kamu siapkan dari rumah. Kalau tidak ada catatan uang diterima dan kembalian, akhir hari kamu hanya menghitung tumpukan uang tanpa tahu berapa yang sebenarnya penjualan.

Ditambah lagi, kelapa parut dan santan tidak tahan lama. Adonan sisa siang hari biasanya tidak bisa dipakai besok. Tanpa catatan berapa biji yang benar-benar laku setiap hari, kamu akan terus salah menakar adonan: kalau kurang, pembeli kecewa; kalau lebih, bahan terbuang.

Pilih jenis usaha Pukis Pancong saat mendaftar, dan menu berikut langsung tersedia di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
KuePukis CokelatRp4.000
KuePukis KejuRp5.000
KuePancong OriginalRp8.000
KuePancong CokelatRp10.000
MinumanTeh HangatRp4.000
MinumanKopi SusuRp8.000

Angka di atas adalah harga contoh dan bisa kamu ubah kapan saja. Harga kelapa, santan, dan gula berbeda antar daerah, begitu pula kebiasaan pembeli: ada yang terbiasa membeli per biji, ada yang selalu per kotak. Kamu bebas menambah menu paket isi lima atau isi sepuluh sesuai cara jualanmu.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih Pukis Pancong di layar penyiapan jenis usaha.
  3. Menu di atas langsung terpasang. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Karena transaksimu banyak dan kecil-kecil, layar jualan dirancang minim ketukan dan tombolnya besar supaya tidak salah tekan dengan tangan yang berminyak margarin. Kolom uang diterima menghitung kembalian secara otomatis, jadi kamu tidak perlu berhitung di kepala sambil melayani antrean. Lihat layar kasir cepat.

Menghitung untung pukis pancong

Misalkan dalam satu hari kamu menjual 60 Pukis Cokelat (Rp4.000), 40 Pukis Keju (Rp5.000), 25 Pancong Original (Rp8.000), 12 Pancong Cokelat (Rp10.000), dan 10 gelas Kopi Susu (Rp8.000).

  • 60 × Rp4.000 = Rp240.000
  • 40 × Rp5.000 = Rp200.000
  • 25 × Rp8.000 = Rp200.000
  • 12 × Rp10.000 = Rp120.000
  • 10 × Rp8.000 = Rp80.000
  • Total uang masuk: Rp840.000

Pengeluaran hari itu: tepung dan telur Rp150.000, santan serta kelapa parut Rp85.000, gula dan margarin Rp60.000, keju dan meses Rp70.000, kopi, susu kental, dan teh Rp35.000, gas Rp25.000, serta mika dan plastik Rp30.000. Semuanya dicatat di menu Pengeluaran dengan kategori Bahan, Modal/Kulakan, dan Gas. Total uang keluar Rp455.000.

Rekap harian menampilkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh ini, perkiraan untungnya Rp840.000 − Rp455.000 = Rp385.000.

Yang membuat angka ini bisa dipercaya adalah pemisahannya. Pengeluaran punya tempat sendiri, jadi belanja kelapa pagi hari tidak diam-diam mengurangi penjualan. Kasbon juga tidak dihitung sebagai uang masuk sebelum dilunasi. Ketika kamu menutup hari dan menghitung isi laci, aplikasi membandingkan uang fisik dengan catatan supaya selisihnya ketahuan hari itu juga, bukan sebulan kemudian — langkahnya ada di tutup hari dan rekonsiliasi kas.

Kasbon pelanggan langganan

Untuk penjualan eceran per biji, kasbon jarang terjadi. Yang sering justru dua hal lain. Pertama, warung kopi atau kantin sekolah yang mengambil pukis setiap pagi untuk dijual lagi, lalu membayar mingguan setelah dagangannya laku. Kedua, pesanan kotak untuk arisan, pengajian, atau snack rapat yang baru dibayar setelah acara.

Untuk dua pola itu, catat sebagai kasbon lengkap dengan nama pelanggan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar dan mencatat setiap cicilan yang masuk, jadi kamu tidak perlu mengingat siapa sudah membayar berapa. Saat menagih, tombol tagih lewat WhatsApp menyiapkan pesannya untuk kamu tinjau dulu.

Kenapa offline penting untuk pukis pancong

Pukis dan pancong dijual di tempat-tempat yang sinyalnya paling tidak bisa diandalkan: lorong pasar pagi yang sempit dan penuh terpal, trotoar depan sekolah, area car free day yang dipadati ribuan orang sekaligus, atau emperan dekat stasiun. Di kerumunan seperti itu jaringan bisa penuh meski batang sinyalnya terlihat.

Dengan pencatatan yang disimpan lebih dulu di HP, kamu tidak pernah menunggu layar berputar di depan pembeli yang buru-buru mengejar kereta. Transaksi masuk seketika, dan sinkronisasi berjalan sendiri di latar belakang ketika koneksi tersedia. Untuk pedagang keliling yang berpindah titik setiap hari, ini bedanya antara catatan yang utuh dan catatan yang bolong. Selengkapnya di kasir offline sampai 14 hari.

Pertanyaan yang sering ditanya

Pembeli beli “sepuluh ribu campur”, bagaimana mencatatnya? Ketuk menu yang diambil sesuai jumlahnya, atau pakai harga manual bila kamu memang menjual paketan campur dengan harga tersendiri.

Kalau adonan pancong habis duluan? Tekan tombol Habis pada menu itu. Menu tetap ada, hanya tidak bisa dipesan sampai kamu nyalakan lagi.

Bisa terima pembayaran nontunai? Bisa, dengan QRIS statis yang kamu tampilkan di layar lalu kamu konfirmasi manual setelah dana masuk, atau transfer manual.

Apakah bisa melihat kue mana yang paling laku? Bisa. Karena setiap penjualan tercatat per menu, rekapnya menunjukkan menu yang paling banyak terjual sehingga takaran adonan besok lebih tepat.

Siap mencoba?

Menu pukis dan pancong sudah menunggu di dalam aplikasi. Kalau kamu juga menjual kue basah tradisional lain di gerobak yang sama, lihat halaman serabi putu.

Unduh GerobakPOS gratis dan mulai mencatat besok pagi.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.