Logo GerobakPOS GerobakPOS

Pecel — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian

Jenis Usaha

Masalah pencatatan di usaha pecel

Jualan pecel adalah pekerjaan subuh. Bumbu diulek sebelum azan, sayur direbus saat langit masih gelap, dan pukul enam pagi pembeli pertama sudah berdiri di depan meja. Ramainya pendek tetapi rapat: antara pukul enam sampai delapan pagi, orang berangkat kerja, mengantar anak sekolah, dan belanja pasar — semuanya mampir dalam rentang waktu yang sama. Pukul sembilan biasanya sayur sudah tinggal sisa, dan pukul sepuluh kamu sudah membereskan meja.

Cara pembeli memesan membuat pencatatan makin sulit. Mereka jarang menyebut nama menu dengan rapi. Yang terdengar adalah “dua bungkus, satu pedas satu jangan”, “nasinya sedikit saja”, “punya saya lontong ya, Bu”. Tanganmu sedang menata daun pisang, menyendok sayur, menyiram bumbu kacang, dan melipat bungkusan — semuanya sekaligus. Dalam sepuluh menit bisa lewat lima belas bungkus. Buku catatan yang diletakkan di sudut meja hampir tidak pernah tersentuh sampai jualan selesai.

Lubang terbesarnya ada di barang recehan. Rempeyek Rp3.000 dan tahu bacem Rp3.000 sering diambil sendiri oleh pembeli dari toples, kadang cuma dihitung kira-kira di akhir. Uang kembalian juga ramai: pembeli membayar dengan uang Rp50.000 untuk belanjaan Rp14.000, dan kamu harus menghitung kembalian sambil melayani orang berikutnya. Ditambah lagi, bahan pecel tidak bisa disimpan. Kangkung, bayam, kacang panjang, dan tauge harus dibeli pagi itu dan habis pagi itu juga. Salah menaksir jumlah berarti sayur terbuang atau pembeli pulang dengan tangan kosong.

Setelah mendaftar dan memilih jenis usaha Pecel, menu berikut sudah ada di layar jualan:

KategoriMenuHarga contoh
PecelPecel NasiRp14.000
PecelPecel LontongRp13.000
PecelPecel KomplitRp19.000
PelengkapPecel TelurRp18.000
PelengkapRempeyekRp3.000
PelengkapTahu BacemRp3.000

Harga di atas hanya contoh awal. Pecel di pasar kampung dan pecel di pinggir jalan protokol punya harga yang berbeda jauh, dan porsimu mungkin lain lagi. Ubah semuanya sesuai biaya bahan dan pembelimu.

Mulai jualan dalam 3 menit

  1. Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
  2. Pilih jenis usaha Pecel di layar awal.
  3. Menu langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.

Tidak ada biaya pendaftaran dan tidak ada masa percobaan yang berakhir mendadak. Urutan lengkapnya bisa kamu baca di mulai jualan dalam 3 menit.

Menghitung untung pecel

Anggap dalam satu pagi kamu menjual 25 Pecel Nasi (Rp14.000), 18 Pecel Lontong (Rp13.000), 7 Pecel Komplit (Rp19.000), dan 30 buah Rempeyek (Rp3.000). Uang masuk pagi itu:

  • 25 × Rp14.000 = Rp350.000
  • 18 × Rp13.000 = Rp234.000
  • 7 × Rp19.000 = Rp133.000
  • 30 × Rp3.000 = Rp90.000
  • Total masuk: Rp807.000

Belanja pagi itu: sayur di pasar Rp150.000, kacang tanah dan bumbu pecel Rp120.000, beras 8 kilogram Rp104.000, tepung rempeyek serta minyak Rp70.000, gas Rp22.000, dan daun pisang beserta kantong plastik Rp18.000. Semuanya masuk ke menu Pengeluaran dengan kategori Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas. Uang keluar Rp484.000.

Di rekap harian kamu akan melihat Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas: Rp807.000 − Rp484.000 = Rp323.000.

Perhatikan bahwa penjualan rempeyek yang nilainya kecil ternyata menyumbang Rp90.000 — lebih dari seperempat perkiraan untung hari itu. Justru barang recehan seperti inilah yang paling untung menaikkan pendapatan bila dicatat, dan paling merugikan bila tidak. Aplikasi juga memisahkan pengeluaran belanja pasar dan kasbon pembeli dari angka perkiraan untung, sehingga uang di laci tidak tertukar dengan laba. Penjelasan lengkapnya di cara mencatat untung gerobak.

Kasbon pelanggan langganan

Pedagang pecel biasanya berjualan di tempat yang sama bertahun-tahun, dan pembelinya orang yang itu-itu juga: guru sekolah di seberang, pedagang lain di pasar yang sama, atau ibu-ibu satu gang. Di lingkungan seperti itu wajar ada yang berkata “nanti saya bayar sekalian hari Sabtu” karena pagi itu dompetnya tinggal uang pas untuk ongkos.

Membiarkan utang seperti itu hanya di kepala berbahaya, apalagi kalau jumlah pembelinya banyak dan nilainya kecil-kecil. Catat sebagai kasbon atas nama orangnya. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar, menerima cicilan, dan menyediakan tombol tagih lewat WhatsApp agar penagihan tetap terasa sopan. Rinciannya di utang & piutang.

Kenapa offline penting untuk pecel

Lapak pecel berada di tempat yang tidak dirancang untuk internet: los pasar tradisional beratap seng, emperan depan sekolah dasar, atau meja lipat di mulut gang. Atap seng dan dinding beton pasar memang terkenal menelan sinyal, dan pagi hari saat semua orang berangkat, jaringan seluler di sekitar pasar sedang paling sibuk. Kalau setiap bungkus pecel harus menunggu jaringan, antrean subuhmu berantakan.

GerobakPOS mencatat lebih dulu di HP, tanpa menunggu jaringan sama sekali. Transaksi tersimpan seketika dan dikirim ke server belakangan ketika sinyal ada, tanpa kamu urus. Kamu juga bisa berjualan berhari-hari tanpa internet dan datanya tetap aman. Cara kerjanya diuraikan di kasir offline sampai 14 hari.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah HP saya harus bagus? Tidak. Aplikasi ini dirancang untuk HP Android sederhana dan tombolnya dibuat besar supaya mudah diketuk dengan tangan yang sedang buru-buru.

Bagaimana menghitung kembalian saat ramai? Masukkan uang yang diterima, dan aplikasi menampilkan kembaliannya. Kamu tidak perlu berhitung di kepala sambil melayani.

Sayur habis pukul delapan, bagaimana? Tekan tombol Habis pada menu yang bersangkutan supaya tidak bisa dipesan lagi, lalu nyalakan kembali besok pagi.

Kalau saya juga berjualan gado-gado? Kategori dan produk bisa kamu tambah sendiri. Ada juga artikel terpisah untuk gado-gado, ketoprak, dan karedok.

Siap mencoba?

Menu pecel lengkap dengan rempeyek dan tahu bacem sudah menunggu di dalam aplikasi.

Unduh GerobakPOS gratis dan catat jualan subuh besok dengan rapi.

Siap coba GerobakPOS?

Gratis untuk satu gerobak — offline, ringan, tanpa printer.