Mi Kwetiau Bihun — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian
Masalah pencatatan di usaha mi kwetiau bihun
Gerobak mi, kwetiau, dan bihun goreng adalah usaha malam. Api besar baru menyala menjelang magrib, ramainya datang antara pukul delapan sampai sebelas, dan kadang masih ada pembeli terakhir saat lampu ruko sudah padam. Ada satu ciri yang membedakannya dari jualan lain: satu wajan hanya untuk satu atau dua porsi. Artinya pesanan tidak dilayani serempak, melainkan mengantre dalam barisan yang kamu simpan di kepala.
Barisan itulah sumber kekacauan. Sepuluh orang bisa memesan dalam lima menit, lalu menunggu sambil duduk di jok motor. Kamu harus ingat urutan siapa lebih dulu, siapa memesan kwetiau siapa memesan bihun, mana yang dibungkus dan mana yang dimakan di tempat, plus permintaan kecil seperti “jangan pedas”, “tanpa sawi”, atau “telurnya dua”. Salah satu langkah saja, ada pembeli yang menunggu lebih lama daripada haknya dan pulang dengan wajah masam.
Uangnya pun tidak dibayar serentak. Sebagian membayar di depan saat memesan, sebagian saat mengambil bungkusan, dan sebagian menitipkan uang lewat temannya. Kalau catatannya hanya berupa coretan di kertas bungkus, mudah sekali ada porsi yang keluar tanpa pernah tertagih.
Bahan pun cepat berkurang tanpa terasa. Telur, kwetiau basah, dan kerupuk menipis paling cepat, sementara kamu tidak sempat berhenti menghitung. Yang tersisa di akhir malam biasanya cuma perasaan: “sepertinya tadi ramai” — perasaan yang tidak bisa dipakai untuk menentukan kulakan besok.
Menu awal yang sudah disiapkan
Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Mi Kwetiau Bihun, menu berikut sudah tersedia di layar jualan:
| Kategori | Menu | Harga contoh |
|---|---|---|
| Mi | Mi Goreng | Rp15.000 |
| Mi | Kwetiau Goreng | Rp17.000 |
| Mi | Bihun Goreng | Rp15.000 |
| Mi | Mi Kuah | Rp15.000 |
| Pelengkap | Telur Dadar | Rp6.000 |
| Pelengkap | Kerupuk | Rp2.000 |
Harga di atas hanya contoh awal. Ongkos telur, minyak, dan mi basah berbeda tiap kota dan berubah tiap bulan, jadi sesuaikan dengan biayamu sendiri. Menu tambahan seperti kwetiau kuah atau nasi goreng bisa kamu buat sendiri kapan saja.
Mulai jualan dalam 3 menit
- Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
- Pilih jenis usaha Mi Kwetiau Bihun di layar awal.
- Menu di atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.
Kalau kamu ingin melihat urutannya lebih dulu, ada panduan mulai jualan dalam 3 menit.
Menghitung untung mi kwetiau bihun
Anggap dalam satu malam kamu menjual 22 Mi Goreng (Rp15.000), 14 Kwetiau Goreng (Rp17.000), 9 Bihun Goreng (Rp15.000), 8 Mi Kuah (Rp15.000), dan 10 tambahan Telur Dadar (Rp6.000). Uang masuk malam itu:
- 22 × Rp15.000 = Rp330.000
- 14 × Rp17.000 = Rp238.000
- 9 × Rp15.000 = Rp135.000
- 8 × Rp15.000 = Rp120.000
- 10 × Rp6.000 = Rp60.000
- Total masuk: Rp883.000
Sore harinya kamu kulakan mi, kwetiau, dan bihun Rp180.000, telur 2 kilogram Rp60.000, ayam dan bakso untuk isian Rp90.000, sayur serta bumbu Rp55.000, kerupuk dan minyak Rp20.000, dan gas Rp25.000. Semua dicatat di menu Pengeluaran dengan kategori Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas. Uang keluar Rp430.000.
Layar rekap harian memperlihatkan Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas, perkiraan untungnya Rp883.000 − Rp430.000 = Rp453.000.
Perlu kamu ingat, hitungan itu berbasis kas: yang masuk adalah uang yang benar berpindah malam itu, bukan nilai mi yang masih tersisa di keranjang. Pengeluaran dipisahkan dari penjualan, dan porsi yang belum dibayar dicatat sebagai kasbon sehingga tidak ikut menggemukkan perkiraan untung. Bahasan lebih lengkap ada di halaman laporan untung.
Kasbon pelanggan langganan
Karena buka malam, gerobak goreng-gorengan seperti ini sering menjadi tempat makan tetap penjaga toko, sopir travel, dan petugas keamanan kompleks. Mereka biasa memesan tiap malam dan lebih praktis membayar sekali sepekan atau saat gajian. Ada juga pesanan dari acara nonton bareng dan ronda, di mana lima belas bungkus diantar lebih dulu dan uangnya dikumpulkan belakangan.
Catat pesanan itu sebagai kasbon dengan nama pemesan. Aplikasi menyimpan sisa yang belum dibayar dan menerima cicilan, dan uangnya baru dihitung sebagai pemasukan saat pelunasan datang. Untuk menagih, ada tombol yang menyiapkan pesan WhatsApp yang tinggal kamu tinjau dan kirim.
Kenapa offline penting untuk mi kwetiau bihun
Gerobak seperti ini biasanya mangkal di depan ruko yang sudah tutup, di tepi jalan besar, atau di pojok lapangan. Tempat-tempat itu ramai dan terang di siang hari, tetapi malam hari jaringannya sering pelan karena banyak orang di sekitar sedang menonton video. Sebagian pedagang juga berpindah titik mangkal tiap beberapa hari mengikuti keramaian, sehingga kualitas sinyal berbeda-beda tiap malam.
GerobakPOS mencatat lebih dulu di HP-mu. Pesanan masuk seketika, nomor antrean tetap keluar, dan tidak ada layar berputar yang menahan pembeli sementara wajanmu menunggu. Ketika sinyal ada lagi, catatan naik ke server sendiri di latar belakang. Rinciannya ada di offline sampai 14 hari.
Pertanyaan yang sering ditanya
Bagaimana supaya pesanan tidak tertukar saat antre? Tiap pesanan bisa diberi nomor antrean, dan beberapa pesanan boleh berjalan bersamaan. Kamu tinggal memanggil nomornya saat bungkusan siap.
Kalau pembeli batal setelah pesanan dibuat? Selama sesi kas masih terbuka, pesanan itu bisa dibatalkan lewat fungsi void supaya tidak ikut terhitung sebagai penjualan.
Bisa mencatat harga khusus untuk pesanan tertentu? Bisa. Ada open item dan harga manual untuk pesanan tidak biasa, plus diskon nominal maupun persen.
Kerupuk dan telur sering habis, bisa dipantau? Bisa. Stok bisa kamu isi lewat layar Kulakan, dan aplikasi memberi peringatan saat stok menipis. Selengkapnya di stok & kulakan.
Siap mencoba?
Menu mi, kwetiau, dan bihun sudah menunggu di dalam aplikasi. Tidak perlu kartu kredit, tidak perlu daftar tunggu.
Unduh GerobakPOS gratis dan nyalakan kompor malam ini dengan catatan yang rapi.