Dimsum — Aplikasi Kasir & Cara Hitung Untung Harian
Masalah pencatatan di usaha dimsum
Gerobak dimsum punya dua puncak keramaian yang berjauhan. Pagi pukul enam sampai delapan, orang mencari sarapan cepat sebelum berangkat kerja. Lalu sepi panjang sampai sore, dan ramai lagi sekitar pukul tujuh malam ketika kukusan mengepul di pinggir jalan. Pola bolong-bolong seperti ini justru yang paling sering merusak catatan tangan: pagi kamu terlalu sibuk untuk menulis, siang kamu sudah lupa apa saja yang laku, malam ramai lagi.
Cara pembeli memesan dimsum juga khas dan tidak ramah untuk buku tulis. Hampir tidak ada yang menyebut satu nama menu saja. Yang terdengar biasanya “campur ya, ayam dua, udangnya satu, jamur satu”, lalu ditambah “es tehnya dua”. Satu pembeli berarti empat baris berbeda dengan harga berbeda. Sementara itu tanganmu sedang memegang tutup kukusan yang panas dan berembun. Satu-dua baris pasti tertinggal, dan yang tertinggal biasanya justru menu mahalnya.
Masalah ketiga: bahan habis tidak merata. Dimsum ayam biasanya paling cepat ludes, sementara dimsum kepiting jalan pelan. Kalau catatanmu hanya berupa total uang di laci, kamu cuma tahu “hari ini lumayan” tanpa tahu jenis mana yang sebenarnya menghidupi gerobak. Besok kamu kulakan dengan jumlah yang sama persis seperti kemarin — termasuk jenis yang selalu bersisa dan akhirnya dibawa pulang.
Menu awal yang sudah disiapkan
Saat mendaftar dan memilih jenis usaha Dimsum, daftar menu berikut langsung tersedia di layar jualan. Kamu tidak perlu mengetik satu per satu:
| Kategori | Menu | Harga contoh |
|---|---|---|
| Dimsum | Dimsum Ayam | Rp15.000 |
| Dimsum | Dimsum Udang | Rp18.000 |
| Dimsum | Dimsum Kepiting | Rp17.000 |
| Dimsum | Dimsum Jamur | Rp14.000 |
| Minuman | Es Teh Manis | Rp5.000 |
| Minuman | Teh Hangat | Rp4.000 |
Harga di atas adalah contoh awal, bukan patokan yang harus kamu ikuti. Harga kulakan dimsum beku berbeda jauh antara kota besar dan kota kecil, dan sebagian pedagang menjual per porsi isi tiga, sebagian isi empat. Ubah nama dan harganya sesuai gerobakmu. Kalau kamu menjual paket hemat atau saus tambahan, tinggal tambahkan lewat menambah produk pertama.
Mulai jualan dalam 3 menit
- Unduh aplikasinya, lalu daftar memakai nomor HP dan kata sandi.
- Pilih jenis usaha Dimsum di layar awal.
- Menu di tabel atas langsung muncul. Ketuk menu, ketuk Bayar, selesai.
Tidak ada tahap menunggu aktivasi atau dihubungi petugas. Langkah lengkapnya ada di panduan mulai jualan dalam 3 menit.
Menghitung untung dimsum
Anggap dalam satu hari — gabungan sesi pagi dan sesi malam — kamu menjual 18 porsi Dimsum Ayam, 10 porsi Dimsum Udang, 8 porsi Dimsum Kepiting, dan 12 gelas Es Teh Manis. Uang masuk hari itu:
- 18 × Rp15.000 = Rp270.000
- 10 × Rp18.000 = Rp180.000
- 8 × Rp17.000 = Rp136.000
- 12 × Rp5.000 = Rp60.000
- Total masuk: Rp646.000
Hari itu kamu juga kulakan dimsum beku Rp280.000, membeli bahan saus dan bumbu Rp35.000, isi ulang gas Rp22.000, serta es batu dan teh Rp18.000. Semuanya kamu catat di menu Pengeluaran dengan kategori Modal/Kulakan, Bahan, dan Gas yang sudah tersedia. Total uang keluar Rp355.000.
Di layar rekap harian, aplikasi menampilkan empat angka: Masuk, Keluar, Sisa, dan Perkiraan Untung. Untuk contoh di atas, perkiraan untungnya Rp646.000 − Rp355.000 = Rp291.000.
Dua hal membuat angka ini jujur. Pertama, pengeluaran tidak dicampur ke dalam uang masuk, jadi kulakan besar di hari Senin tidak “menghilang” begitu saja seperti kalau kamu hanya melihat isi laci. Kedua, penjualan yang belum dibayar tidak dihitung sebagai uang masuk sampai benar-benar lunas. Rincian tiap angka bisa kamu buka di halaman laporan untung.
Kasbon pelanggan langganan
Dimsum sering dipesan borongan: rapat pagi di kantor sebelah, arisan komplek, atau acara sekolah yang memesan lima puluh porsi dan minta ditagih setelah kegiatan selesai. Ada juga karyawan toko di sekitar gerobak yang sarapan tiap pagi dan menitip bayar mingguan.
Untuk pesanan seperti itu, catat sebagai kasbon dengan nama pembeli. Aplikasi menyimpan sisa utang yang belum dibayar dan mencatat cicilannya kalau dibayar bertahap. Saat pelunasan masuk, barulah uangnya ikut dihitung di rekap hari itu. Kalau tagihan mulai lama, ada tombol tagih lewat WhatsApp yang menyiapkan pesan sopannya — kamu tetap yang meninjau sebelum menekan kirim. Selengkapnya di halaman utang & piutang.
Kenapa offline penting untuk dimsum
Gerobak dimsum banyak yang mangkal di pelataran minimarket, di mulut gang perumahan, di depan stasiun, atau ikut lapak pasar pagi. Semuanya tempat dengan sinyal yang naik-turun — pasar pagi karena padat orang, pelataran minimarket karena terhalang bangunan. Pagi hari saat semua orang sedang membuka ponsel dalam perjalanan, jaringan makin berat.
Kalau kasirmu butuh internet untuk mencatat satu pesanan, satu momen sinyal hilang berarti antrean sarapan berhenti — dan pembeli yang buru-buru berangkat kerja tidak akan menunggu. GerobakPOS menyimpan transaksi lebih dulu di HP, langsung, tanpa memutar tanda loading. Saat sinyal kembali, catatan dikirim ke server di latar belakang. Baca cara kerjanya di bisa jualan offline.
Pertanyaan yang sering ditanya
Bagaimana mencatat pesanan campur beberapa jenis sekaligus? Ketuk tiap menu sesuai jumlahnya dalam satu pesanan yang sama. Semua baris tergabung menjadi satu struk dengan satu total, jadi tidak perlu menghitung manual di kepala.
Kalau dimsum udang habis duluan bagaimana? Ketuk tombol Habis di menu itu. Menu tersebut tidak bisa dipesan lagi sampai kamu nyalakan kembali, tanpa perlu menghapus produknya.
Bisa terima QRIS? Bisa dengan QRIS statis: kode kamu ditampilkan di layar HP, lalu kamu konfirmasi sendiri setelah pembayaran masuk ke aplikasi bankmu.
Harus punya printer struk? Tidak. Struk bisa dibagikan sebagai teks lewat WhatsApp. Printer Bluetooth sifatnya pilihan, bukan syarat.
Siap mencoba?
Menu dimsum sudah menunggu di dalam aplikasi, lengkap dengan minumannya. Tidak perlu kartu kredit dan tidak perlu daftar tunggu.
Unduh GerobakPOS gratis dan pakai mulai sesi jualan berikutnya.